
aku mengenalmu lewat mata sedih itu. menyelami kelamnya setiap kali kita bertemu. aku mengenalmu yang begitu rapuh. aku juga mengenalmu dari pelukan hangat yang selalu kita bagi setiap saat kita bersama. begitu nyaman dan menyenangkan. aku mengenalmu yang begitu. aku mengenalmu lewat kecupan demi kecupan yang berpagutan diantara sentuhan malam-malam yang lalu. begitu lembut. begitu melarutkan. aku mengenalmu yang seperti itu. aku mengenal setiap gerakan tubuhmu yang beradu dengan tubuhku setiap kali kita berbagi orgasme. ketika waktu seolah beku seperti hati kita. aku juga mengenalmu yang begitu. aku selalu mengenalmu lewat sentuhan yang kita bagi kala merindu. aku hanya mengenalmu yang seperti itu. dan meskipun ingin, aku tidak akan pernah bisa benar-benar mengenalmu...
jakarta, mengenalmu