the's posts with tag: my dark side

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag my dark side
Blog Entryteriakan saja!Jun 30, '08 4:26 PM
for everyone
saya hanya ingin teriak


teriak di depan mukanya


teriak sampai bisa pecahkan gendang telinganya yang tersumpal ipod


teriak hingga mata sedihnya terpana dan terbuka


teriak hingga seluruh pori yang ada ditubuhnya semerta bisa mendengar



teriak hingga bingar yang tercipta sanggup lepaskan ikatan dihatinya



teriakan demi teriakan yang kemudian akan hancurkan diri saya sendiri



saya ingin dia



saya mau dia



saya cinta...


dia (?)



lalu?



saya teriak



dalam hati saja...







Jakarta, teriak saja!


Blog Entryme & my sleeping pillsJun 28, '08 6:45 AM
for everyone
my sleeping pills keep on comforting me

my sleeping pills keep creating dreams

my sleeping pills keep me in silence

like the way it supposed to work...






jakarta, me & my sleeping pills

Blog Entrysenandung rancukuJun 24, '08 1:31 AM
for everyone
Sepi. Sendu. Senandung yang rancu. Lalu desah. Resah. Gumamkan gelisah. Kemudian menepi. Aku masih sendiri. Rentan karena hati yang terserpih. Pedih. Galauku bernyanyi. Tak bernyali. Tak lantang tekankan rasa. Tertekan asa. Keterlaluan. Berlebihan. Terisak aku seperti yang lalu. Sedih. Lalu tangis. Persis. Seperti yang lampau. Yang tak terjangkau. Melemah. Enggan menjamah. Lalu apa? Ada yang membentak di dalam. Muram. Temaram. Hitam. Pekat yang memeluk. Impian muluk. Tentangmu. Kembalikan kamu-ku! Kembali kepadaku. Aku jengah. Tengadah. Meminta hingga malam menjamah. Sunyi. Sepiku berdiri. Tinggi. Sama seperti harapan. Terlalu sama dan  semakin tak terungkapkan. Bosan. Masih yang lama. Masih drama. Masih tentang rasa. Masih tentang asa. Selalu tentang cinta. Amarah yang teredam. Rindu yang menghujam. Ingin yang tertikam. Lalu apa? Ada hampa yang menghujat. Dingin. Tak lagi ingin. Kembali ingin. Lalu tak ingin. Begitu terus. Hingga muak menggerus. Kemudian beku. Kelu dan berdebu. Seperti hatiku. Begitu usang. Begitu luang. Begitu lengang. Sepi. Sendu. Bersenandung rancu. Tanpamu.



Jakarta, senandung rancuku


Blog Entrymembunuhmu lagi, kesekian kaliJun 23, '08 5:46 AM
for everyone
itu bukan aku. bukan aku yang menahanmu pergi. bukan aku yang memelukmu malam-malam lalu. bukan aku yang menciummu tanpa taboo setiap pagi di tempat tidur itu. bukan aku yang berbagi orgasme berkali-kali dulu. bukan aku yang berkegiatan romantis bersamamu kala itu. bukan aku yang bicarakan hati setiap malam sebelum tidur itu. bukan aku yang memabukanmu dengan cinta selama ini. tapi aku sosok usang yang membunuhmu dengan kenangan lama itu.





jakarta, membunuh dengan kenangan

Blog Entrykamu punyaku, walau ada diaJun 20, '08 1:33 AM
for everyone
Aku ingin tidur, sayang. Tidur dipelukanmu seperti dulu. Seperti ketika segalanya masih baik-baik saja. Ketika kita masih bersama. Ketika masih tentang kita. Ketika cinta masih membara. Ketika belum ada dia. Pun ada dia aku tak peduli lagi. Aku hanya ingin tidur dipelukmu. Berbagi malam panjang berdua saja. Seperti kala itu. Ketika hanya ada kita. Ketika belum ada dia. Pun aku tau adanya dia karena jenuhmu kepadaku. Pun aku tau kamu khianati kita. Dan kamu lebih memilih dia. Tapi aku tak peduli. Hingga hari inipun aku tak peduli. Kamu punyaku, sayang. Seperti ketika kita masih bersama, Ketika semua masih tentang cinta. Ketika hasratmu belum terletihkan. Ketika perhatianmu belum terbagi. Bagiku segalamu adalah masih kita. Bagiku hatimu masih aku. Bagiku cintamu hanya untuk aku. Meski aku tau tidak ada lagi kita. Meski aku mengerti semua kini tentang dia. Meski aku sadar kita tak lagi bersama. Lebih baik kita mati bersama, sayang. Lebih baik kubunuh kamu malam ini, sayang. Bila kamu tidak mau tidur memelukku seperti yang lalu. Karena malam ini aku ingin tidur, sayang. Tidur dipelukanmu seperti dulu.




Jakarta, kamu punyaku walau ada dia





**maya is thinking about a girlfriend and writing her life in silence


Blog Entrymendengar Andra Jun 18, '08 11:42 AM
for everyone
beri aku cinta
beri aku rasa
agar aku bisa seperti dirimu

beri aku sentuhmu
beri aku rindumu
agar aku bisa seperti hidup kembali


by. andra & the backbone




cinta. rasa. saya kembali mempertanyakan kehadiran keduanya dalam hidup saya. ke-ada-an kedua hal yang dipuji-puja oleh Andra dan teman-temannya. adakah saya masih memilikinya? adakah dengan memiliki keduanya lagi saya memang benar bisa merasa hidup kembali? hidup yang seperti apa? hidup yang benar-benar hidup?

sentuh. rindu. sentuhan yang dirindukan. atau rindu bersentuhan. yang mana? saya berpikir sejenak di antara alunan lagu dan lirik Andra dan teman-temannya itu. yang mana? apa yang dirindukan? sama-sama soal sentuhan. sentuhan siapa? siapa atau siapapun? yang mana?

cinta datang karena rasa. rasa yang ada karena sentuhan. sentuhan yang hilang akan hasilkan rindu. saya sedang rasakan itu semua. tapi saya tidak merasa hidup kembali. tidak seperti dia yang memberikan semua itu kepada saya.





Jakarta, rindu sentuhan



Blog Entryaku menciummuJun 13, '08 12:14 PM
for everyone
aku
memang mencium
bibirmu

dengan bibirku
bukan dengan
hatiku






jakarta, aku menciummu

Blog Entryini yang terakhirJun 8, '08 9:01 AM
for everyone
"ini yang terakhir..."

"janji, ini yang terakhir?"

"iya. ini yang terakhir..."


kemudian hening. kemudian sunyi. kemudian senyap.

tak ada lagi kata. tak ada lagi bicara. tak ada lagi janji. hanya saling bisu. hanya mata yang bercakap semu. hanya senyum yang terbekukan oleh aksara yang tercekat di pangkal rongga mulut beraroma rokok dan daun mint.

rancu. semu yang syahdu. remuk yang teredam. sesal yang tak terungkap. ingkar yang ingin diucap. namun tetap diam. berharap salah satu dari mereka memecahkan sunyi yang menyiksa. keduanya sama-sama berharap. dan tetap diam. berusaha mengakhiri semuanya. terpaksa mengakhiri segalanya. karena janji. janji yang selama ini selalu teringkari karena hati.

diam-diam mereka saling menangis. mereka pun saling bergenggaman tangan. lantas mereka saling berpelukan. kemudian mereka saling berciuman. berakhir dengan saling berbagi orgasme, bukan yang terakhir. seperti ketika berbagi janji.





jakarta, janji ini yang terakhir

Blog Entryaku bahagia dengan gelapkuJun 2, '08 9:33 AM
for everyone
Dan teruslah kosong hingga kau bosan dengan keadaan itu. Lalu tumpahkan semua lara yang mendekam dalam hatimu. Biarkan mereka meluap hingga menenggelamkan keriaan dunia dengan gundah itu. Biar mereka tau. Buat mereka mengerti. Bahwa dunia tidak cuma tentang bahagia. Bahwa kehidupan tidak semata tentang tawa. Bahwa hidup tidak hanya tentang menjadi penuh terisi senang yang kerap menggaungkan gembiranya. Kamu tidak punya itu. Kamu tidak butuh itu. Kamu tidak perlu menjadi gembira untuk sekedar bahagia. Karena di sini bahagiamu. Di kosong yang pilu. Di beku yang tersimpan lugu. Di rancu yang menggambar mimpimu. Di gelap yang menghampai matamu. Di abu-abu yang menodai hari-harimu. Di gundah yang memeluk tidurmu. Ketika mereka sibuk mencari kebahagiaan, di sana kamu berkutat menciptakan bahagiamu. Sendiri. Dalam sepi yang mengalami depresi. Menyendiri. Ketika ramai menguasai dengan tak sopan. Lalu sunyi. Tanpa suara. Tanpa rasa. Hingga terasa kosong dan kamu tertawa. Bahagia.



Jakarta, gelapku bahagiaku


Blog Entrysedang ingin bercintaJun 1, '08 6:45 AM
for everyone
buntu. aku ingin bercumbu

sedang tidak ingin menulis
bercinta sepertinya menarik






jakarta, buntu

Blog Entrymeracau tentang surga duniaMay 25, '08 2:01 PM
for everyone
kadang ... ketemu orang yang baik ternyata belum tentu bisa bikin kita happy.

tapi ketemu orang baik yang cinta sama kita dan kita juga punya rasa yang sama...

that's almost heaven.

saya sudah pernah ketemu "my almost heaven".

dan karena dia juga sekarang sisa hidup saya "feels like hell"... tanpa dia.



and then one day i was almost found another heaven...

it's not really "almost heaven", but almost feels like one.


you.


you makes me feels like... i am alive again!

never been hell since then.

it's just... so earthy. that's why i said i'm like alive again.



with my past love the feeling was too much. and i was flying too high.

with you ... the feeling was just right, though it's wrong!

you never made me fly

coz you don't wanna fly

you teach me how to step on the ground again


my past love gave me wings. he was too careless to let me fly ... too high

that i almost felt heaven



sama kamu ... kamu betulin sayap saya, tapi kamu ngga mau ikut saya terbang

kamu memilih untuk tetap berpijak.

lantas mengajak saya untuk bisa kembali berpijak, di tempat yang semestinya

di tanah...

dan mungkin itu yang membuat saya merasa... "benar"

walau salah

kamu yang terlalu "manusia"



my past love was my angel

the too good to be true one



tapi dia juga sudah menemukan orang yang seperti kamu

yang bisa bikin dia berpijak terus di tempat semestinya

bukan yg justru terbang...


seperti saya








jakarta, seperti hidup kembali


Blog Entrysudah terlalu mati untuk mencari jawaban pastiMay 25, '08 7:12 AM
for everyone
lalu apakah kamu bangga dengan semua yang sudah kamu lakukan? bahagia dengan keputusan tergesa yang kamu jalankan? yakin dengan langkah yang katanya sudah lama kamu pikirkan? egois. lancang. keras kepala. jahat. sakit. apakah kamu tidak pernah berpikir tentang perasaannya? tidak peduli untuk sekedar bertanya tentang kebenarannya? atau sekedar membuka pikiran pada apa yang selama ini dia simpan? tentu tidak! kamu sudah terlalu yakin pada hatimu sendiri hingga tak hiraukan ragu itu. kamu sudah terlalu lama mati untuk sekedar berhenti meranggas dan mencari jawaban pasti. tentang satu kebenaran atas nama rasa yang selalu mencari.



Jakarta, sudah terlalu mati

Blog Entrytentang menjadi datarMay 24, '08 11:27 AM
for everyone
menjadi datar. itu aku. tanpa emosi. tanpa rasa. walau masih berusaha untuk tetap bisa merasa. untuk apa. bukan apa. tapi untuk siapa. untuk mereka yang mengaku peduli. untuk mereka yang mengatasnamakan cinta. untuk mereka yang berusaha untuk bisa terus bersama. segelintir sisa asa yang terpecah dan terbiaskan oleh jaman. mencoba untuk tetap menguat di antara rapuh yang mengumbar kematian.

menjadi sekedar. itu aku. perhatian yang sekedar. keinginan yang sekedar. dan masih tetap mencoba memberikan rasa lebih dari sekedar. menjadi lebih. setidaknya menjadi benar-benar meng-ada. untuk siapa. untuk mereka yang masih menebar pelukan dari jauh. untuk mereka yang berharap udara bahagia yang mereka hirup adalah sama dengan yang mengisi rongga dadaku. aku dan sedikit harapan yang sudah lama pupus walau tak juga terbunuh waktu. di tengah pelarian yang tak kunjung berujung.




jakarta, sekedar menjadi datar



Blog Entrytidak menangis lagiMay 24, '08 10:58 AM
for everyone

"kenapa kamu tidak menangis?" sebuah suara kecil bertanya dengan lirih.

"kenapa saya harus menangis?" jawab saya seraya bercermin.

"karena kamu baru saja melalui sesuatu yang membuatmu sedih..." ujar suara lirih itu lagi.

"bagian mana yang sedih menurutmu?" tanya saya sambil memandangi pupil mata saya yang gelap.

"bukankah justru kamu yang paling tau soal itu?" jawab si lirih agak sinis

"lantas apakah sedih harus diekspresikan dengan tangis?" tanya saya lagi kali ini mengamati mata sedih yang terpantul dikaca.

"biasanya kamu menangis kala sedih..." bisiknya terdengar mendekat di telinga

"juga kala marah... kala bahagia... kala jatuh cinta..." kata saya kembali sok romantis

"kamu memang romantis... tapi romantis yang gelap!" seru si lirih kembali sinis

"menjadi romantis bukan berarti menjadi cengeng, bukan?" ujar saya sambil berusaha tersenyum pada satu sosok di cermin.

"senyummu tak bisa tutupi sedihmu..." bisik suara kecil itu memojokan.

"aku memang sedang sedih, tapi aku menolak untuk menangis..." elak saya berusaha tegar.

"kenapa? menangislah... sampai sedih itu tertumpah ruah, terkuras dan meninggalkan ragamu yang rapuh itu..." desak si lirih tak juga menyerah

"aku tidak ingin menangis... lagi..." jawab saya perlahan.

"seharusnya kamu tidak perlu berusaha sekuat itu!" suara lirih yang terdengar kesepian itu kembali menyahut dalam sunyi kamar.

"aku tidak ingin menangisi dia..." kata saya semakin pelan.

"kenapa? jika dia begitu berarti, seharusnya kamu menangisinya..." suara lirih itu terdengar meredam kecewa yang mendalam.

"mungkin dia tidak sebegitu berarti, tidak seperti yang dulu..." kali ini saya berbisik seraya menatap kelu pada cermin yang kotor itu, ada air menggenang di sudut mata sedih yang saya kenal di sana.






Jakarta, berjanji untuk tidak menangis lagi



Blog Entryaku memelukmu seperti kemarinMay 23, '08 6:25 AM
for everyone
aku memelukmu seperti kemarin. seperti tak ada besok.
berharap waktu terbekukan oleh reaksi kimia yang kita timbulkan ketika tubuh kita bersatu.
 aku berharap begitu. walau nyatanya tak pernah terjadi yang kumau.

aku tak peduli. aku ingin terus begini.

memelukmu seperti kemarin.
seolah detik tak bergerak menjumpai depan yang menunggu dihampiri.

aku hanya ingin di sini. aku tak peduli.

walau nyatanya yang ada di kini tak mungkin kupunyai.
segalamu dan semu senyummu yang mengelabuiku.
indah yang beku. bersetubuh dengan dukaku.

dan memelukmu menjadi sebuah hal tak tabu yang mengharu biru.

ini tentangmu yang meracau pada lamunan tak berujung.
bicarakan lalumu. endapkan cintamu.
namun kita tetap berpelukan berbagi rindu.
berharap waktu bisa terbekukan oleh reaksi kimia yang kita timbulkan.
ketika tubuh kita bersatu. begitu selalu seperti tak ada besok.

karena nyatanya memang tak pernah ada besok untuk sepasang kita.




jakarta, kemarin aku memelukmu


































Blog Entryaku tidak mengenalmuMay 17, '08 1:13 AM
for everyone
aku mengenalmu lewat mata sedih itu. menyelami kelamnya setiap kali kita bertemu. aku mengenalmu yang begitu rapuh. aku juga mengenalmu dari pelukan hangat yang selalu kita bagi setiap saat kita bersama. begitu nyaman dan menyenangkan. aku mengenalmu yang begitu. aku mengenalmu lewat kecupan demi kecupan yang berpagutan diantara sentuhan malam-malam yang lalu. begitu lembut. begitu melarutkan. aku mengenalmu yang seperti itu. aku mengenal setiap gerakan tubuhmu yang beradu dengan tubuhku setiap kali kita berbagi orgasme. ketika waktu seolah beku seperti hati kita. aku juga mengenalmu yang begitu. aku selalu mengenalmu lewat sentuhan yang kita bagi kala merindu. aku hanya mengenalmu yang seperti itu. dan meskipun ingin, aku tidak akan pernah bisa benar-benar mengenalmu...



jakarta, mengenalmu

Blog Entryaku membencimu seperti aku membenci perhatianMay 12, '08 2:13 PM
for everyone
mungkin suatu hari nanti aku akan membencimu yang datang dengan penuh perhatian itu. dan semakin mencintai dia yang terus-terusan asing karena tidak pernah memperhatikanku. ironisnya perhatian memang kadang datang atas nama cinta. tapi lebih banyak datang atas nama keinginan untuk memiliki. dan itu bukan cinta...





jakarta, bukan perhatian atas nama cinta

Blog Entryberselingkuh dengan galauMay 8, '08 11:34 AM
for everyone
saya menghela napas. berat. malam ini saya rindu sepi. saya kangen menyendiri. berkencan dengan sunyi atau berselingkuh dengan galau di tengah keriaan yang terjadi. kemudian berselisih dengan kegiatan yang menyibukan setiap hari. saya menghela napas lagi. masih berat. tanpa tenang. ada rasa yang membuncah dan mendorong saya untuk berteriak lantang tentang keinginan untuk tenang. saya ingin sendirian! saya tidak ingin ada kalian! saya ingin tak ada orang-orang! namun itu hanya pekikan yang terpendam. dan saya menelantarkan rasa lelah yang menyumbat setiap pori di tubuh saya. saya membiarkan tekanan demi tekanan mendera kepala saya yang siap meledak karena begitu banyak manusia di sekeliling saya. saya ingin mengadu. saya ingin menagis. saya ingin menyerang mereka semua dengan aksara yang sarkastik. saya ingin menyiksa telinga mereka dengan makian saya yang berisik. saya ingin menembaki kepala mereka semua hingga otak mereka tercecer menggenangi kaki saya yang letih. lalu kosong. kemudian hening. tak ada lagi mereka. tak ada lagi keriaan. hanya ada saya dan tenang. lalu saya bisa bernapas lega dan memeluk sepi kembali. atau sekedar berselingkuh dengan galau. bahkan bercinta dengan sunyi. saya kembali menghela napas. berat. ah, seandainya saja saya bisa segelap itu...




jakarta, saya ingin bisa segelap itu

Blog EntryindividualismApr 29, '08 12:03 PM
for everyone
separate world
united heart
you and your idealist idea
of being a family man
but what is ideal anyway?

we're born unique
that's why
non of us has the right
to pointed at an option
and decided that's the IDEAL one
your idealism
my idealism
their idealism
is a privacy
cannot force it to anyone
cannot drag anyone into it
all you have to do is just accept

but then again... we're only human
we're too "social" not to drag others into our life
that's why i choose to be individual
i don't need to drag people to be with me





jakarta, individualism
 

Blog Entrymati romantisApr 26, '08 3:14 PM
for everyone
kaku. di depanku aku terbaring begitu. mata yang tertutup rapat. senyum yang beku. tak beda kala hidup dulu. dan memang itu begitu aku. pipi yang bersemu karena kata semu. maya namaku. masih begitu hingga kemarin sisa hidupku. sampai bisu benar-benar menelan kata-kata cintaku. hingga rasa memusnahkan mimpi-mimpi yang menumpuk. terlalu sakit romantis yang kuungkit di setiap kata. terlalu pelan aku terbunuh. tak terasa. tak dirasa. matiku pasti romantis.



jakarta, mati romantis

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help