the's posts with tag: my heart

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag my heart
Blog Entryme & my sleeping pillsJun 28, '08 6:45 AM
for everyone
my sleeping pills keep on comforting me

my sleeping pills keep creating dreams

my sleeping pills keep me in silence

like the way it supposed to work...






jakarta, me & my sleeping pills

Blog Entrykangen pulangkuJun 26, '08 4:20 AM
for everyone

aku ingin pulang dan memelukmu yang tertidur karena lama menungguku pulang



jakarta, kangen






*Maya is listening to her heart

Blog Entrysebelum sekarangJun 25, '08 2:49 AM
for everyone
Ketika kita belum tiba di sekarang. Siapa kamu. Siapa aku. Kita asing. Kamu tidak kenal aku. Aku tidak kenal kamu. Kita bahkan tidak pernah bertemu. Kita bahkan belum pernah berpapasan di jalan. Kita mungkin tetap asing jika tidak ada satu waktu itu. Waktu yang hanya beberapa menit itu. Waktu yang tergulir tanpa rencana untuk mengenalmu. Waktu yang digulirkan tanpa ada yang tau kita akan bertemu. Kemudian kenal. Dan sampai di sekarang yang rancu.

Ketika kita belum ada di sekarang. Dimana kamu. Dimana aku. Kita asing. Kamu dengan sibukmu. Aku dengan sibukku. Kita bahkan tidak pernah bertatap muka. Kita bahkan belum pernah tau bahwa kita saling ada. Mungkin kita akan tetap begitu. Bila tidak ada satu waktu itu. Waktu yang berjalan tak sesuai inginku. Waktu yang terbuang tak seperti rencanamu. Kemudian bertemu. Lantas kenal. Dan tiba di sekarang yang masih mengabur.

Ketika kita belum tiba di sekarang. Kemana kamu. Kemana aku. Kita yang asing. Kamu tak tau aku. Aku tak tau kamu. Kita bahkan tak pernah tau akan bertemu. Kita bahkan tak pernah mengira mendapati mata beradu. Kita mungkin tidak di sini jika tak ada satu waktu itu. Waktu yang singkat. Waktu yang memikat. Kemudian kata saling menyapa. Kemudian angan saling berpelukan. Lalu berbagi nyamannya pagutan. Dan tiba di sekarang yang tak juga terjelaskan.




Jakarta, ketika kita belum tiba di sekarang


Blog Entrykamu terlambat, sayang...Jun 25, '08 2:00 AM
for everyone
Kamu tiba-tiba ada. Ketika kukira semuanya sudah berakhir. Kamu membawakan senyummu. Ketika aku sudah bisa tersenyum. Dengan senyum yang lain. Kamu merayu dengan pelukan. Yang tak lagi kuharapkan. Karena kini aku memeluk. Pelukan yang lain. Kamu mencumbuku. Dengan hati yang kutunggu. Dulu. Sebelum aku mencumbu hati yang lain. Kamu memberi kecupmu. Saat aku mulai mengecup. Bibir lain. Kamu bilang cinta. Ketika aku sudah percaya. Kepada cinta yang lain. Yang cintai aku. Kamu terlambat. Datang ketika hatiku sudah tertambat. Dengan yang lain. Bukan lagi denganmu.




Jakarta, kamu terlambat


Blog Entrykita lukaJun 24, '08 1:33 AM
for everyone
Kamu dan aku.
Kita adalah luka.
Semakin bersama semakin terluka.
Saling melukai dengan cinta.
Cinta yang bukan untuk kita.
Kita yang punya kisah tak sempurna



Jakarta, bukan untuk kita


Blog Entrysenandung rancukuJun 24, '08 1:31 AM
for everyone
Sepi. Sendu. Senandung yang rancu. Lalu desah. Resah. Gumamkan gelisah. Kemudian menepi. Aku masih sendiri. Rentan karena hati yang terserpih. Pedih. Galauku bernyanyi. Tak bernyali. Tak lantang tekankan rasa. Tertekan asa. Keterlaluan. Berlebihan. Terisak aku seperti yang lalu. Sedih. Lalu tangis. Persis. Seperti yang lampau. Yang tak terjangkau. Melemah. Enggan menjamah. Lalu apa? Ada yang membentak di dalam. Muram. Temaram. Hitam. Pekat yang memeluk. Impian muluk. Tentangmu. Kembalikan kamu-ku! Kembali kepadaku. Aku jengah. Tengadah. Meminta hingga malam menjamah. Sunyi. Sepiku berdiri. Tinggi. Sama seperti harapan. Terlalu sama dan  semakin tak terungkapkan. Bosan. Masih yang lama. Masih drama. Masih tentang rasa. Masih tentang asa. Selalu tentang cinta. Amarah yang teredam. Rindu yang menghujam. Ingin yang tertikam. Lalu apa? Ada hampa yang menghujat. Dingin. Tak lagi ingin. Kembali ingin. Lalu tak ingin. Begitu terus. Hingga muak menggerus. Kemudian beku. Kelu dan berdebu. Seperti hatiku. Begitu usang. Begitu luang. Begitu lengang. Sepi. Sendu. Bersenandung rancu. Tanpamu.



Jakarta, senandung rancuku


Blog Entryaku ingin kamu di siniJun 24, '08 1:29 AM
for everyone
Aku ingin kamu ada di sini. Aku ingin kamu ada di sini di sisi. Aku ingin kamu ada di sini di sisi kiriku. Aku ingin kamu ada di sini di sisi kiriku dekat denyut jantungku. Aku ingin kamu ada di sini di sisi kiriku dekat denyut jantungku yang masih berdetak. Aku ingin kamu ada di sini di sisi kiriku dekat denyut jantungku yang masih berdetak mencintaimu. Aku ingin kamu ada di sini di sisi kiriku dekat denyut jantungku yang masih berdetak mencintaimu hingga akhir waktu. Aku ingin kamu ada di sini di sisi kiriku dekat denyut jantungku yang masih berdetak mencintamu hingga akhir waktu, mencintaiku.




Jakarta, aku ingin kamu ada


Blog Entrydalam satu kecupanJun 20, '08 4:56 AM
for everyone

beri aku satu kecupan lagi. karena dalam satu kecupan aku mengingatmu.
bukan lagi ingatan yang rancu.




jakarta, beri aku 1 kecupan lagi

Blog Entryaku dan kamu seharusnya tidak sendiriJun 14, '08 7:46 AM
for everyone
aku tidak sendiri. kamu tidak sendiri. kita adalah berdua. kita adalah bersama. seharusnya kita tidak lagi merasa kesepian. semestinya kita tidak lagi sedih. kecuali sedih bersama. seharusnya kita tidak merasa kosong seperti ini . seharusnya banyak yang bisa kita bagi. semestinya kita saling mengerti.

aku satu. kamu satu. kita adalah satu. kita adalah bersama. walau kita memang tak sama. kita begitu berbeda. kita begitu bertolak belakang. kita begitu berjeda. kita begitu terbalik. tapi perbedaan itu yang mungkin menyempurnakan setiap ketidaksempurnaan kita.

aku sendiri. kamu sendiri. kita sama-sama sendiri. kita bersama. sama-sama sendirian. kosongmu. letihku. patahmu. semuku. lelahmu. bosanku. muakmu. sakitku. sepimu. hampaku. pedihmu. rasaku. kita bahkan punya suasana hati yang sama. walau kita tetap berbeda. aku perempuan. kamu laki-laki. maka tak seharusnya kita saling sendirian.




Jakarta, kita seharusnya tidak saling sendiri


Blog Entrykarena aku bukan diaJun 13, '08 1:08 AM
for everyone
Dan kamu merajuk. Seperti biasa di malam-malam seperti ini. Merajuk tentang dingin. Dingin yang membungkus hatimu yang terluka. Tentang rindu akan pelukan dari sosok yang hampir terlupakan. Terus merajuk hingga aku pun semakin terpuruk mendengarnya. Karena aku bukan dia.

Lalu kamu menggumam. Gumam yang berkumandang hampir setiap kali kita bersama. Tentang angan yang tak kesampaian. Angan yang ternoda karena tak bisa bersama. Juga tentang mimpi-mimpi yang tersisih dari realita. Terus bergumam sampai letih tersemat di telingaku. Karena aku bukan dia.

Kamu berteriak. Teriakan lantang hingga serak yang memaki rasa sakit mendalam yang tak bisa tersembuhkan. Menjerit tentang kehilangan yang menteror setiap kali yang indah-indah mendatangi. Tentang sebuah rasa yang terlanjur pupus dan enggan lagi percayai. Terus berteriak hingga tak ada lagi harapan yang terdengar. Hanya hampa. Aku. Karena aku bukan dia.




Jakarta, karena aku bukan dia


Blog Entrykapan-kapanJun 8, '08 8:16 AM
for everyone
kapan lagi kamu datang? kapan lagi kita saling memandang? kapan lagi kita bergelimang berpelukan? kapan lagi kita mengulang yang senang-senang?

kapan? aku terus bertanya tentang kapan. kapan yang datangnya tak tentu. mungkin kapan yang sepatutnya hanya bisa di jawab dengan : kapan-kapan.

kapan? kapan yang datangnya selalu tak pasti. toh demikian kapan yang dipertanyakan layaknya kerap datang tak di undang. seringnya muncul tanpa tanda-tanda. dan munculnya pun masih tanpa jawaban.

kapan? tak ada satupun dari kita yang berusaha menjawab pun mencari jawabannya. kita hanya terus bertanya-tanya dengan kosong. kita terus berandai-andai menyerahkannya kepada mimpi. lalu kita membiarkannya hilang. sampai pertanyaan tentang kapan kembali menjajah kepala yang penat.

kapan? aku kembali bertanya tentang kapan. kapan yang datangnya tak tentu. mungkin hanya kapan yang seringkali dijawab dengan : kapan-kapan





jakarta, kapan?

Blog Entrykita tertawaJun 4, '08 9:23 AM
for everyone
aku ingin tertawa denganmu. entah tertawa karena canda-canda atau sekedar mentertawai hidup. pokoknya bersamamu. berdua. berbagi wajah gembira. berbagi udara yang dihirup dari mulut yang tertawa. berdua. berbagi kelucuan walau tidak selalu butuh cerita lucu. karena aku tau justru kita lebih sering saling mentertawai diri sendiri. tertawa karena cerita lama yang masih mengambang tanpa pegangan. tertawa karena dihantui sosok lama yang tak terlupakan. tertawa karena cinta yang kita punya begitu besar hingga rasanya sakit. kemudian berharap tawa sanggup membawa kita pergi dari rasa yang menyiksa itu. walau hanya sebentar. walau tak mungkin bertahan. walau hanya penangkal duka sementara.

tapi setidaknya aku tetap ingin tertawa denganmu. walau bukan hanya soal saling mentertawai diri sendiri lagi. bukan juga berbagi tawa karena kelucuan yang teralir. bukan pula untuk menangkal sakit. aku hanya merasa benar-benar ingin tertawa bersamamu. menikmati tawamu. menghirup udara tawa yang sama. apapun itu. asalkan kita tertawa lagi. seperti dulu lagi.




Jakarta, kita tertawa

Blog Entrymeracau tentang surga duniaMay 25, '08 2:01 PM
for everyone
kadang ... ketemu orang yang baik ternyata belum tentu bisa bikin kita happy.

tapi ketemu orang baik yang cinta sama kita dan kita juga punya rasa yang sama...

that's almost heaven.

saya sudah pernah ketemu "my almost heaven".

dan karena dia juga sekarang sisa hidup saya "feels like hell"... tanpa dia.



and then one day i was almost found another heaven...

it's not really "almost heaven", but almost feels like one.


you.


you makes me feels like... i am alive again!

never been hell since then.

it's just... so earthy. that's why i said i'm like alive again.



with my past love the feeling was too much. and i was flying too high.

with you ... the feeling was just right, though it's wrong!

you never made me fly

coz you don't wanna fly

you teach me how to step on the ground again


my past love gave me wings. he was too careless to let me fly ... too high

that i almost felt heaven



sama kamu ... kamu betulin sayap saya, tapi kamu ngga mau ikut saya terbang

kamu memilih untuk tetap berpijak.

lantas mengajak saya untuk bisa kembali berpijak, di tempat yang semestinya

di tanah...

dan mungkin itu yang membuat saya merasa... "benar"

walau salah

kamu yang terlalu "manusia"



my past love was my angel

the too good to be true one



tapi dia juga sudah menemukan orang yang seperti kamu

yang bisa bikin dia berpijak terus di tempat semestinya

bukan yg justru terbang...


seperti saya








jakarta, seperti hidup kembali


Blog Entrytentang menjadi datarMay 24, '08 11:27 AM
for everyone
menjadi datar. itu aku. tanpa emosi. tanpa rasa. walau masih berusaha untuk tetap bisa merasa. untuk apa. bukan apa. tapi untuk siapa. untuk mereka yang mengaku peduli. untuk mereka yang mengatasnamakan cinta. untuk mereka yang berusaha untuk bisa terus bersama. segelintir sisa asa yang terpecah dan terbiaskan oleh jaman. mencoba untuk tetap menguat di antara rapuh yang mengumbar kematian.

menjadi sekedar. itu aku. perhatian yang sekedar. keinginan yang sekedar. dan masih tetap mencoba memberikan rasa lebih dari sekedar. menjadi lebih. setidaknya menjadi benar-benar meng-ada. untuk siapa. untuk mereka yang masih menebar pelukan dari jauh. untuk mereka yang berharap udara bahagia yang mereka hirup adalah sama dengan yang mengisi rongga dadaku. aku dan sedikit harapan yang sudah lama pupus walau tak juga terbunuh waktu. di tengah pelarian yang tak kunjung berujung.




jakarta, sekedar menjadi datar



Blog Entrytidak menangis lagiMay 24, '08 10:58 AM
for everyone

"kenapa kamu tidak menangis?" sebuah suara kecil bertanya dengan lirih.

"kenapa saya harus menangis?" jawab saya seraya bercermin.

"karena kamu baru saja melalui sesuatu yang membuatmu sedih..." ujar suara lirih itu lagi.

"bagian mana yang sedih menurutmu?" tanya saya sambil memandangi pupil mata saya yang gelap.

"bukankah justru kamu yang paling tau soal itu?" jawab si lirih agak sinis

"lantas apakah sedih harus diekspresikan dengan tangis?" tanya saya lagi kali ini mengamati mata sedih yang terpantul dikaca.

"biasanya kamu menangis kala sedih..." bisiknya terdengar mendekat di telinga

"juga kala marah... kala bahagia... kala jatuh cinta..." kata saya kembali sok romantis

"kamu memang romantis... tapi romantis yang gelap!" seru si lirih kembali sinis

"menjadi romantis bukan berarti menjadi cengeng, bukan?" ujar saya sambil berusaha tersenyum pada satu sosok di cermin.

"senyummu tak bisa tutupi sedihmu..." bisik suara kecil itu memojokan.

"aku memang sedang sedih, tapi aku menolak untuk menangis..." elak saya berusaha tegar.

"kenapa? menangislah... sampai sedih itu tertumpah ruah, terkuras dan meninggalkan ragamu yang rapuh itu..." desak si lirih tak juga menyerah

"aku tidak ingin menangis... lagi..." jawab saya perlahan.

"seharusnya kamu tidak perlu berusaha sekuat itu!" suara lirih yang terdengar kesepian itu kembali menyahut dalam sunyi kamar.

"aku tidak ingin menangisi dia..." kata saya semakin pelan.

"kenapa? jika dia begitu berarti, seharusnya kamu menangisinya..." suara lirih itu terdengar meredam kecewa yang mendalam.

"mungkin dia tidak sebegitu berarti, tidak seperti yang dulu..." kali ini saya berbisik seraya menatap kelu pada cermin yang kotor itu, ada air menggenang di sudut mata sedih yang saya kenal di sana.






Jakarta, berjanji untuk tidak menangis lagi



Blog Entryaku memelukmu seperti kemarinMay 23, '08 6:25 AM
for everyone
aku memelukmu seperti kemarin. seperti tak ada besok.
berharap waktu terbekukan oleh reaksi kimia yang kita timbulkan ketika tubuh kita bersatu.
 aku berharap begitu. walau nyatanya tak pernah terjadi yang kumau.

aku tak peduli. aku ingin terus begini.

memelukmu seperti kemarin.
seolah detik tak bergerak menjumpai depan yang menunggu dihampiri.

aku hanya ingin di sini. aku tak peduli.

walau nyatanya yang ada di kini tak mungkin kupunyai.
segalamu dan semu senyummu yang mengelabuiku.
indah yang beku. bersetubuh dengan dukaku.

dan memelukmu menjadi sebuah hal tak tabu yang mengharu biru.

ini tentangmu yang meracau pada lamunan tak berujung.
bicarakan lalumu. endapkan cintamu.
namun kita tetap berpelukan berbagi rindu.
berharap waktu bisa terbekukan oleh reaksi kimia yang kita timbulkan.
ketika tubuh kita bersatu. begitu selalu seperti tak ada besok.

karena nyatanya memang tak pernah ada besok untuk sepasang kita.




jakarta, kemarin aku memelukmu


































Blog EntrypecahMay 22, '08 7:56 AM
for everyone
kembali pecah. berserakan hingga serpihannya saling melukai. tak juga henti. tak letih kembali tersakiti. lalu sepi. diam dan bias dalam kosong yang memenuhi satu ruang dingin. masih. selalu. semu. lantas jemu dengan sakit yang tak terujarkan. masih. selalu. kembali berulang. kembali mengulang. jenuh meranggaskan asa. dan pecah mengumbar tawa tak terhentikan. terus saja. sakit terus. sakiti hingga lelah menutup lukanya. seperti yang dulu. seperti yang berlalu. lalu yang terserak tersapu sembilu yang bisu. beku. kemudian tergantikan kosong yang kembali mengadu.



Jakarta, pecah dan kembali kosong

Blog Entrykapan kamu tidak sedih?May 17, '08 4:24 AM
for everyone
"kapan kamu tidak sedih lagi?"

satu pertanyaan selingan di antara 2 cangkir kopi di sore hari menyeruak tak nyaring namun menuding. saya menyeruput caramel machiatto di genggaman sangat perlahan.

"kapan saya tampak tidak sedih?"

satu jawaban saya lontarkan. walau bukan jawaban sungguhan, hanya sebuah pertanyaan pelarian atas jawaban yang sesungguhnya.

"kapan kamu akan menjawab semuanya dengan jujur?"

satu lagi pertanyaan dia lontarkan tak nyaring namun masih menuding. sebuah sindiran atas gundahnya hati dan semunya hidup yang saya pilih.

"kapan saya tidak jujur soal hati?"

satu jawaban bias kembali saya berikan. pada dasarnya saya memang tidak mempunyai jawaban atas semua pertanyaan yang dia lontarkan di sore hari yang mendung ini.

"jadi hati kamu sedih terus?"

tanyanya sekali lagi tentang sedih yang kerap menyelimuti saya di tengah keramaian. sebuah pertanyaan yang sarkastik. antara ingin mengerti dan ingin mengejek. saya kembali menyeruput kopi yang tinggal 1/2 gelas grande ini mencoba mencari kalimat tepat untuk menjawab pertanyaannya.

"menurutmu?"

akhirnya hanya satu kata yang terucap. kata yang tepatnya kembali berupa sebuah pertanyaan.

"menurut saya, kamu tidak sesedih itu... kamu hanya senang berada di sana."

dia kembali menuding dengan tak nyaring. sebuah kalimat yang diucapkan dengan tenang sekedar memberi penilaian yang tak bernada menghakimi. tapi saya tetap merasa bahwa saya tengah dihakimi. dihakimi karena selalu terlihat sedih. apakah ada "hukuman" yang setimpal?

"apa yang membuatmu perpikir demikian?"

saya tidak membela diri. saya hanya ingin tau apa yang membuatnya berpikir demikian.

"kamu terlalu menyenangkan untuk terus merasa sedih..."

jawabnya. singkat. jelas. membuat saya justru semakin terseret ke dalam gelap yang sebelumnya saya ciptakan berhari-hari yang lampau.

"kamu terlalu indah untuk terus menangisi yang lalu..."

ujarnya. sekali lagi. membuat saya semakin mundur ke dalam hitam yang melindungi. satu persatu keping hati ini kembali berjatuhan. satu persatu sakitnya tak tertahankan.

"jangan bicara lagi!"

pinta saya menahan air mata yang tiba-tiba menggenang. dia menggenggam tangan saya erat. dia menatap mata saya dengan matanya yang begitu gelap. tak berujung. tak bertepi. begitu hampa. begitu sepi. begitu rapuh. begitu dingin. begitu... sedih.

"jadi kapan kamu tidak sedih lagi?"

tanyanya sekali lagi. saya memejamkan mata. tak ingin melihat matanya lagi.

"saya tidak akan sedih lagi ketika kamu juga tidak sedih lagi..."

jawab saya lirih. jujur. kali ini.






Jakarta, kapan tidak sedih?





Blog Entryaku tidak mengenalmuMay 17, '08 1:13 AM
for everyone
aku mengenalmu lewat mata sedih itu. menyelami kelamnya setiap kali kita bertemu. aku mengenalmu yang begitu rapuh. aku juga mengenalmu dari pelukan hangat yang selalu kita bagi setiap saat kita bersama. begitu nyaman dan menyenangkan. aku mengenalmu yang begitu. aku mengenalmu lewat kecupan demi kecupan yang berpagutan diantara sentuhan malam-malam yang lalu. begitu lembut. begitu melarutkan. aku mengenalmu yang seperti itu. aku mengenal setiap gerakan tubuhmu yang beradu dengan tubuhku setiap kali kita berbagi orgasme. ketika waktu seolah beku seperti hati kita. aku juga mengenalmu yang begitu. aku selalu mengenalmu lewat sentuhan yang kita bagi kala merindu. aku hanya mengenalmu yang seperti itu. dan meskipun ingin, aku tidak akan pernah bisa benar-benar mengenalmu...



jakarta, mengenalmu

Blog Entrytakut mencintaMay 4, '08 1:32 PM
for everyone
men
cinta
mu


harus
nya
buat
ku
me
rasa


bahagia


tapi
realita
nya



aku
ter
lalu
pengecut


untuk
tidak
men
jadi



..takut







jakarta, takut mencintaimu

Pages:12345678
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help