
jangan sembunyi dariku. inginku hanya mengenalmu yang semu itu. sejak awal aku menemukanmu di depan jendelaku. dalam gerimis dan gemuruh hujan kala malam mengunjungi. aku menghampirimu. tapi kau menghilang. aku mengejar jejakmu. nihil. pergimu yang sekejap memukauku. keluarlah. aku ingin bicara denganmu yang beku dan indah itu. ajari aku berlari sepertimu. datanglah lagi dengan tatapan kosong itu. kali ini datanglah dengan nyata. tinggal lebih lama. dan jangan lagi sembunyi seperti hari itu.
Jakarta, tentangmu yang semu